Heyooo...! For your information I'm not a fujoshi. AND I'm not a lesbian. But I understand the feeling of affection towards your comrades (female friends of life). I do love my female friends more than my life. And I believe every woman are beautiful just the way we are. I think all of my comrades are perfectly made in Heaven. No jealousy included. haha. END of the note.
Sebetulnya aku mau curhat karena otakku entah kenapa pusing sekali. Sepertinya malah membeku. Nggak ada ide kecuali ide-ide cerita yang tiba-tiba menggangguku setelah selama lebih dari lima tahun ini ngga dateng-dateng (kaya datang bulan ajah...).
Ide cerita pertama adalah tentang membuat seri macam Mari-channya Kimiko Uehara (wekekekeke...laugh it, baby!) tapi tentu tentang valkyrie. Obsesiku pada cewek-cewek cantik ini menjadi-jadi dan entah mengapa ada adegan shojo-ainya banyak. Jujur aku merasa kok aneh gitu. Padahal aku baca yuri aja belum apa-apa eneg minta ampun. Tapi khayalanku kok dibumbui shojo-ai terus. Cuma no adegan sex and smutnya laaah...(I'm still sane and heterosexual). Setelah kugali-gali ke dalam mikrokosmosku alias pikiranku sendiri ternyata kesimpulannya adalah...begitulah yang kurasakan sama temen-temenku. Aku pernah hampir dikeluarkan dari kuliah cuma gara-gara belain teman cewekku. And boys...I don't really care about them. Soalnya kupikir mereka juga senang dikeluarkan dari ruang kuliah (itu cuma pendapatku doang...hehehehehe). Cuma kalau diminta mungkin aku juga akan membela teman cowokku. Hehehehehe. Untuk cerita pertama ini aku membuat tiga seri, yang pertama Sininen Vesi yang sudah 15 tahunan ada dalam pikiranku. Idenya adalah gender bending Feng Yun alias Pendekar Awan dan Angin (Nah....seri jaman kapan tuh, Tin?) dan penokohan utama seorang cowok yang feminin (sekolahnya di SMK jurusan Tata Busana lagi) tapi memiliki hati yang kuat. Yah, semua tokohnya terinspirasi dari teman-temanku yang mirip shonen manga boys.
Sejujurnya aku suka banget tipe cowok dalam komik shonen. Ciri-cirinya : Biasa alias rata-rata, otaku (kadang-kadang), pinter tapi cupu, bodoh luar biasa atau pathetic luar biasa dan tidak populer diantara cewek. Sama sekali bukan tipe pangeran impian macam cowok dalam komik shojo. Tapi entah mengapa cowok yang kutaksir waktu SMA biasanya cowok-cowok seperti ini. Atau cowok yang agak feminin dan aneh. Hahahaha, you can say I have a shounen head, but that's not the case.
Secara pribadi, aku merasa cowok cupu yang biasa aja lebih menarik. Aku tahu dulu ada beberapa temenku yang termasuk prince charming di skulku suka padaku karena aku tolol dan bener-bener aneh *mereka punya selera aneh...*. Bukannya aku rendah diri disejajarkan dengan cowok 'sempurna' seperti itu. Cuma rasanya enggak nyaman aja. Aku merasa cowok-cowok cakep seperti itu sedap dipandang tapi garing. Kalau orangnya baik, garing luar biasa dalamnya. Bicara juga sithik tur jero. Kalau bercanda sepertinya serius, maunya becanda malah kedengarannya menghina.
Di sisi lain cowok cupu, mereka kadang punya sisi kawaii tersendiri (*my cheek are blushing*). Kalau berbicara kadang grogi, atau punya candaan yang bisa bikin perut sakit mpe guling-guling di lantai. Keren! Aku sering berkhayal kalau punya cowok seperti itu pasti asyik.
Kebiasaanku keterusan sampai ke dalam dunia ide membuat cerita. Hampir semua tokoh dalam ceritaku terinspirasi dari cowok-cowok seperti itu. Makanya aku terkejut waktu tahu tokoh utama komik shonen punya tipikal seperti itu. Aku jarang baca komik shonen sebelumnya dan hanya membaca komik shojo, karena jujur ceritanya dreamy banget. Waktu aku membaca beberapa komik shonen, aku merasa "weeeeh....kok pola ceritanya kaya khayalanku banget yaaa??".
Cuma ketika membuat cerita seperti Sininen Vesi atau Kamen Satui series, tokoh utama cowoknya pasti bukan prince charming. Justru tokoh ceweknya yang kelihatan sempurna dan betul-betul seperti cewek dalam komik shonen, ciri-cirinya, tubuh bagai gitar spanyol, wajah manis/cantik dan menyenangkan.. Mungkin karena aku merasa teman-teman cewekku seperti itu. Sejujurnya aku bisa melihat sisi cantik teman-temanku dan sama sekali tidak merasa cemburu pada kecantikan mereka. Sejujurnya itu juga karena idealisku sendiri. Aku ingin mengajak teman-teman cewekku lebih memfokuskan pada proses pemenuhan dan penyempurnaan diri daripada cemburu kepada cewek lain yang memiliki kelebihan lain. Aku juga ingin mengajak teman-teman cewekku untuk melihat keindahan cowok yang sesungguhnya, bukan hanya tampang dan kerennya doang. Ketika membaca yaoi, aku merasa terdesak oleh idealisme kelompok cewek lain yang menurutku irrasional. I got a deep hemorrhage in my brain because of homo-erotic things ( I even read Bara, you know. Bara! uuugh!)
OK, tentang Yuri, aku ga suka. Karena menghancurkan idealismeku tentang hubungan antara cewek. Aku ngga suka, karena cinta sejati antar cewek bukan cinta seksual, tapi cinta persahabatan hingga pada ending "I'll die for you". Dan itulah yang kurasakan pada teman-teman cewekku. I think that's why.
Ok...that's what's inside my head....