Jumat, 06 Juli 2012

Why I am a Heterosexual: Bukan Sekedar Cinta Romeo dan Juliet

Assalamu'alaikum!

Sebenarnya postan ini mau aku unggah ke blog yang lain, tapi gimana yah, ini lebih ke opini benar-benar pribadi daripada teoritis doang, jadi aku postkan disini. Banyak yang beujar bahwa heteroseksualitas (perasaan erotis lelaki thd perempuan dan sebaliknya) adalah 100% alami, adalah takdir alam. Mereka bilang "we are born this way". Yah, setidaknya mungkin sebagian besar dari kita-kita yang heteroseksual merasanya begitu, itu sudah kehendak alam lah. Atau ada yang bilang, yah hubungan sesama jenis kan terlarang di dalam agama tertentu. Tapi masih adalah di antara kita yang berani mengulik mengapa kita punya seksualitas seperti ini?

Heteroseksualitas : Pertanyaan besar di Kepala(ku)
Contoh kasus (sok-sokan):

Mengapa teman cewekku yang logis, efisien dan cantik bisa begitu klepek-klepek sama cowok yang notabene menyebalkan, wajah pas-pasan dan suka selingkuh? Padahal kan ga logis, tapi temanku itu bisa merelakan sisi logisnya melayang hanya demi pacarnya yang amburadul itu. 
Di lain pihak, teman cowokku yang cowok lugu, pandai dan populer malah memilih cewek yang pacarnya banyak dan playgirl sejati, tapi masih juga sabar. Dimana daya tariknya? Mengapa bisa begitu? Padahal andai pacar teman perempuan saya itu adalah seorang perempuan, tidak mungkin teman perempuan saya yang logis itu masih mau berkawan dengannya. Begitu juga dengan teman cowok saya yang lugu itu, Ia paling ogah temenan sama playboy karena suka bikin masalah. Hanya karena faktor lawan jenis kok bisa begitu yah?? Idealisme pun direlakan. Kebanyakan orang bilang, itulah cinta. 

Cinta heteroseksual sebenarnya bukan misteri, dan bukan hanya takdir alam. Tuhan menentukan mengapa lelaki harus menjadi pasangan perempuan semenjak pertama manusia diciptakan. Tahukan kalian, mungkin hanya mamalis yang betina (perempuannya) yang tidak dapat melahirkan tanpa dibuahi. Beberapa spesies kadal bisa beranak bertelur (ovovivipar) tanpa si jantan. Hiu juga bisa beranak tanpa sang jantan. Kalau Tuhan menginginkan, ia bisa saja menciptakan perempuan saja, tanpa lelaki, bila tujuan penciptaan hanyalah membuat manusia beranak pinak. Namun kenyataannya, terdapat binatang-binatang jantan, dan juga manusia lelaki. Pertanyaan pun telah terjawab, karena itulah yang Ia inginkan. 
Namun bagi yang pingin tahu lebih dalam lagi, aku kutip saja beberapa temuan ilmiah. 
  1. Pada beberapa eksperimen terhadap monyet (monkeys) jantan yang dibesarkan oleh 'ibu pengganti" berupa kain dengan gambar monyet betina, si monyet jantan akan selalu berlari mencari perlindungan pada 'ibu pengganti' ketika dia mengalami ancaman (seperti bertemu predator, kelaparan, dsb). Ketika dibuat eksperimen si monyet dengan ibu pengganti akan memiliki performa yang lebih buruk dalam mencari pasanagan (monyet betina) dibandingkan kelompok kontrol yang terdiri dari monyet yang diasuh oleh ibu monyet yang sesungguhnya. Dapat disimpuklkan bahwa tingkat performa heteroseksual monyet dipengaruhi oleh siapa yang mengasuh dan bagaimana pola pengasuhannya. Ya bedalah antara yang cuma kain doang dengan monyet asli. 
  2. Beberapa kasus konseling pada manusia (yang terkadang aku alami sendiri adalah) cewek/wanita cenderung memilih lelaki yang memiliki kriteria sesuai dengan nilai-nilai yang dia anut. Jangan bilang ini genetik dan biasa. Ini masalah serius bro. Misalnya ajah Si A suka cowok yang kebapakan dan pengertian karena kurang kasih sayang sama bapaknya, cewek B suka cowok manja karena sudah terbiasa diandalkan oleh adek-adek lelakinya, dsb, Tapi ini juga bisa terbalik, jika suasana rumah dan pola pembelajaran individunya beda. Misalnya aja, si A yang kurang kasih sayang sama bapaknya milih cowok yang punya nasib serupa, walau engga seperti cowok idealnya. Faktor sosiologis juga berpengaruh, kaya tingkat menarik/tidaknya penampilan individu, dll.
  3. Aku sudah tahu mengapa orang menjadi homoseksual adalah karena memerlukan figur lain yang dapat mengafirmasikan maskulinitasnya (dari kasus Michael dan hasil uji statistik sih), kalau heteroseksual aku malah tahunya setelah tahu alasan orang memiliki SSA. Orang hetero (OSA- opposite sex-attraction), menyukai lawan jenis karena proses pembelajaran awal terhadap figur ayah atau ibu (ayah & ibu kandung, ayah& ibu angkat, paman-bibi, dll...asal bisa membuat pengganti Arketipe Ayah dan Arketipe IBu) yang sehat dan sempurna. Orang dengan OSA/ hetero itu punya persepsi yang 'adil' tentang gender. Bisa menyayangi sesuai proporsinya tanpa ada perasaan cemburu berlebihan dan benci yang terpendam. ini semua ada penelitiannya.
Banyak sih mengapa kita jadi hetroseksual, ga asala tertarik. Kita perlu berterimakasih sama ayah ibu kita yang sudah membesarkan kita menjadi orang yang dapat berfungsi dengan baik. Di penelitiannya itu banyak yang mengungkapkan kalau primata jantan tanpa ibu bisa mati karena kurang kasih sayang, dan juga primata betina, bila diasuh tanpa kehadiran ibu, malah jadi brutal dan tak berperasaan. Lucu kan? Ternyata emang lebih kuat cewek yah.....

Rabu, 10 Agustus 2011

Doa Ramadan Tina

Assalamu'alaikum wr. wb

Ya Allah, aku hanya seorang hamba yang bisanya cuma berdoa, berusaha kelihatannya agak susah> Sekarang dunia ini sudah mulai gila Ya Allah, orang-orang sudah memuja seks, harta, ilmu pengetahuan dan hal-hal yang lain. Aku mulai menangis karena takut. Takut bila aku menjadi salah satu dari mereka Ya Allah.
Ya Allah Tuhanku, mengapa sepertinya dunia sudah menjauhkan dirinya dari dirimu. Aku belum mau kiamat dan azab datang ya Allah.
Ya Allah, berikanlah kesadaran dan cahaya-Mu yang Abadi kepada mereka yang memilih jalan yang salah dan menutup hatinya. Berikanlah orang-orang gay dan lesbian pasangan lawan jenis seperti di komik Utopia of Homosexuality, berikanlah spiritualitas yang membutakan mata hingga mereka bisa melihat, mendengar, merasakan dan menghirup Kuasa-Mu Ya Allah.....
Ya Allah, berikanlah orang-orang psikopati pikiran yang sadar, dan bisa melihat perasaan orang lain.
Ya Allah berikanlah cinta tak berbatas pada orang-orang yang melakukan kekerasaan...berikanlah sekali lagi Cahaya-Mu, masuklah di selubung mimpi dan hati mereka Ya Allah...bangkitkanlah kesadaran mereka pada keberadaan-Mu.
Ya Allah sadarkanlah ulama-ulama yang tidak memahami ilmumu, buatlah mereka kembali ke Jalan-Mu, ciptakan rahmatan lil'alamin....


Amin Amin ya Rabbal "alamin

Selasa, 09 Agustus 2011

Lagu-Lagu Nightwish dan Karanganku

bila ingin tahu tentang Nightwish, silakan googling atau buka youtube ajah, pasti ada.

lagu-lagu Nightwish sekarang adalah salah satu faktor yang mem-boost (Bahasa Indonesianya apa ya?) khayalanku dalam mengembangkan cerita, khususnya serial The Reign of the Valkyries. Seri pertama RV (The Reign of The Valkyries) aja terinspirasi dari lagunya NW (Nightwish) dengan judul sama. Walaupun sebetulnya aku sudah tahu kata Amaranth sejak jaman baheula. tapi keepikan musik simfonik metalnya NW bikin semangat! Cuma obsesiku semakin menjadi-jadi....seandainya benaran aku bisa menulis musik. Tapi aku sudah bertekad untuk menyelesaikan RV, minimal Sininen Vesi dulu yang bentuknya novel (tapi sejujurnya aku agak kesulitan menyelesaikan tugas novelku ini). Lagunya yang paling monumental adalah Stargazers. katanya sih lagu NW yang paling susah ditampilkan oleh NW sendiri. Hanya saja hentakan nada-nadanya yang spped metal membuat khayalanku melayang, bahkan aku mengenal kata tragedienne dari lagu ini. To Tuomas Holopainen, terimakasih banyak yaa...! Sudah membuat lagu-lagu imajinatif seperti ini :DD

Minggu, 07 Agustus 2011

Karangan Baru, Karangan Baru!

Hmmm....khayalanku yang semakin menjadi...I love you :)

Sepertinya narsisi sekali ya kata-kataku, tapi itulah yang kurasakan. Aku mencintai ide-ideku..tapi cinta ini sepertinya ga sampai-sampai. Kalau ada ide cerita pasti akhirnya ga kesampaian. Yah seperti itulah diriku. Malah kebanyakan curhat, ga jadi-jadi deh novelnya. Mungkin supaya aku lebih bisa fokus dalam memahami ide-ideku sendiri, aku harus dan perlu menuliskannya di sini yah...semoga di hari-hari ke depan aku bisa merangkai kata-kata yang tepat untuk novel-novelku. :) Ayo! Ini dereten ide-ideku dan ada serialnya juga. Hehehehe
  1. Serial Reign of The Valkyries (susah di bahasa indonesiain..masa Pada Masa Para Valkyrie Berkuasa...panjang amaaat!!), yang pertama Amaranth (tentang perjuangan seorang pembuat pedang dan keberaniannya), yang kedua Sininen Vesi (tentang guru vs murid), yang ketiga Flare! atau Agni.Vidya.Dari (tentang petualangan valkyrie delinkuen di dunia manusia). Rencananya Amaranth mau kubuat opera, tapi lagunya mikir-mikir dulu karena minim bakat musik, jadi mungkin cuma librettonya, Sininen Vesi mau kubuat novel dan Flare! inginnya mau joinan ma pembuat komik trus dibuat komik shonen/seinen. Semoga bisa berhasil.
  2. Serial Kamen Satui, serial yang menggambarkan khayalan-khayalan masa kecilku, tapi sepanjang yang aku tahu serial novel tiga jilid ini adalah serial dengan konsep paling rumit, lengkap dan menegangkan yang pernah aku pikirkan. Mungkin karena khayalan masa kecil adalah khayalan yang paling jelas dan indah..hehehehehe. Judulnya panjang-panjang dan pakai Bahasa Indonesia. yang pertama layaknya Api di Bulan tentang Maris, sang kamen Satui dari Sougil, yang kedua tentang Blare, Kamen satui dari Diskit dan yang terakhir Kamen satui Fermes si Lilla.
  3. Serial pencerah jiwa. (apa serial anti yaoi and yuri yah?) soalnya ide cerita ini kubuat waktu eneg membaca yaoi dan yuri. Pada dasarnya aku emang punya jiwa pemberontak, mau komiknya apa aja kalua engga memuaskan akhirnya malah jadi cerita lain, contohnya Feng Yun jadi Sininen Vesi (aku ga puas sama tokoh cewek-ceweknya...jadi kuputuskan membuat versi gender bendingnya). Serial novel yang pertama Ai/Koi, tentang perjuangan seorang lesbian dan sahabatnya yang agak gay (karena dia juga ga tahu seksualitasnya) dalam menghadapi pelecehan seksual yang dialami olehnya, trus ada Venus+Aphrodite, tentang petualangan dua gadis dalam membasmi organisasi prostitusi yang 'memproduksi' manusia-manusia calon PSK and dua gadis itu (Ok-soo dan Eva) adalah gadis aseksual dan interseks (I'm with you guys!)
Nah...itu semua, idenya. Aneh-aneh bukan?? Hehehehehe...well that's it! Aku merasa kelabakan dengan cerita-ceritaku itu...memusingkan. Tapi aku targetnya setidaknya menyelesaikan Kamen satui. Cuma, memang detail ceritanya bikin susah. Sekarang aku lagi berjuang nyusun skripsi (belum...baru proposal) plus berusaha membuat novel. Novel yang sedang kuusahakan ini novel alami dan membumi. Tentang homoseksualitas sih, tapi dari sisi damai dan netral. Emang dakwah itu susah, mau mengatakan faktanya dibilang homofobia, bohong juga dosa, susah jadi orang beriman di era ini. Untuk kaum gay dan lesbian di luar sana, emang hidup cara seperti itu bukan pilihan sadar kita, tapi pilihan ketidaksadaran kita. Dan kalau kita berusaha mendalaminya, you'll find out. Silakan baca di sini lebih lengkapnya. hahahaha..promosiii...!
OK, bye!

Rabu, 03 Agustus 2011

Numb-Numb-Numb

Heyooo...! For your information I'm not a fujoshi. AND I'm not a lesbian. But I understand the feeling of affection towards your comrades (female friends of life). I do love my female friends more than my life. And I believe every woman are beautiful just the way we are. I think all of my comrades are perfectly made in Heaven. No jealousy included. haha. END of the note.

Sebetulnya aku mau curhat karena otakku entah kenapa pusing sekali. Sepertinya malah membeku. Nggak ada ide kecuali ide-ide cerita yang tiba-tiba menggangguku setelah selama lebih dari lima tahun ini ngga dateng-dateng (kaya datang bulan ajah...).

Ide cerita pertama adalah tentang membuat seri macam Mari-channya Kimiko Uehara (wekekekeke...laugh it, baby!) tapi tentu tentang valkyrie. Obsesiku pada cewek-cewek cantik ini menjadi-jadi dan entah mengapa ada adegan shojo-ainya banyak. Jujur aku merasa kok aneh gitu. Padahal aku baca yuri aja belum apa-apa eneg minta ampun. Tapi khayalanku kok dibumbui shojo-ai terus. Cuma no adegan sex and smutnya laaah...(I'm still sane and heterosexual). Setelah kugali-gali ke dalam mikrokosmosku alias pikiranku sendiri ternyata kesimpulannya adalah...begitulah yang kurasakan sama temen-temenku. Aku pernah hampir dikeluarkan dari kuliah cuma gara-gara belain teman cewekku. And boys...I don't really care about them. Soalnya kupikir mereka juga senang dikeluarkan dari ruang kuliah (itu cuma pendapatku doang...hehehehehe). Cuma kalau diminta mungkin aku juga akan membela teman cowokku. Hehehehehe. Untuk cerita pertama ini aku membuat tiga seri, yang pertama Sininen Vesi yang sudah 15 tahunan ada dalam pikiranku. Idenya adalah gender bending Feng Yun alias Pendekar Awan dan Angin (Nah....seri jaman kapan tuh, Tin?) dan penokohan utama seorang cowok yang feminin (sekolahnya di SMK jurusan Tata Busana lagi) tapi memiliki hati yang kuat. Yah, semua tokohnya terinspirasi dari teman-temanku yang mirip shonen manga boys.
Sejujurnya aku suka banget tipe cowok dalam komik shonen. Ciri-cirinya : Biasa alias rata-rata, otaku (kadang-kadang), pinter tapi cupu, bodoh luar biasa atau pathetic luar biasa dan tidak populer diantara cewek. Sama sekali bukan tipe pangeran impian macam cowok dalam komik shojo. Tapi entah mengapa cowok yang kutaksir waktu SMA biasanya cowok-cowok seperti ini. Atau cowok yang agak feminin dan aneh. Hahahaha, you can say I have a shounen head, but that's not the case.
Secara pribadi, aku merasa cowok cupu yang biasa aja lebih menarik. Aku tahu dulu ada beberapa temenku yang termasuk prince charming di skulku suka padaku karena aku tolol dan bener-bener aneh *mereka punya selera aneh...*. Bukannya aku rendah diri disejajarkan dengan cowok 'sempurna' seperti itu. Cuma rasanya enggak nyaman aja. Aku merasa cowok-cowok cakep seperti itu sedap dipandang tapi garing. Kalau orangnya baik, garing luar biasa dalamnya. Bicara juga sithik tur jero. Kalau bercanda sepertinya serius, maunya becanda malah kedengarannya menghina.
Di sisi lain cowok cupu, mereka kadang punya sisi kawaii tersendiri (*my cheek are blushing*). Kalau berbicara kadang grogi, atau punya candaan yang bisa bikin perut sakit mpe guling-guling di lantai. Keren! Aku sering berkhayal kalau punya cowok seperti itu pasti asyik.
Kebiasaanku keterusan sampai ke dalam dunia ide membuat cerita. Hampir semua tokoh dalam ceritaku terinspirasi dari cowok-cowok seperti itu. Makanya aku terkejut waktu tahu tokoh utama komik shonen punya tipikal seperti itu. Aku jarang baca komik shonen sebelumnya dan hanya membaca komik shojo, karena jujur ceritanya dreamy banget. Waktu aku membaca beberapa komik shonen, aku merasa "weeeeh....kok pola ceritanya kaya khayalanku banget yaaa??".
Cuma ketika membuat cerita seperti Sininen Vesi atau Kamen Satui series, tokoh utama cowoknya pasti bukan prince charming. Justru tokoh ceweknya yang kelihatan sempurna dan betul-betul seperti cewek dalam komik shonen, ciri-cirinya, tubuh bagai gitar spanyol, wajah manis/cantik dan menyenangkan.. Mungkin karena aku merasa teman-teman cewekku seperti itu. Sejujurnya aku bisa melihat sisi cantik teman-temanku dan sama sekali tidak merasa cemburu pada kecantikan mereka. Sejujurnya itu juga karena idealisku sendiri. Aku ingin mengajak teman-teman cewekku lebih memfokuskan pada proses pemenuhan dan penyempurnaan diri daripada cemburu kepada cewek lain yang memiliki kelebihan lain. Aku juga ingin mengajak teman-teman cewekku untuk melihat keindahan cowok yang sesungguhnya, bukan hanya tampang dan kerennya doang. Ketika membaca yaoi, aku merasa terdesak oleh idealisme kelompok cewek lain yang menurutku irrasional. I got a deep hemorrhage in my brain because of homo-erotic things ( I even read Bara, you know. Bara! uuugh!)
OK, tentang Yuri, aku ga suka. Karena menghancurkan idealismeku tentang hubungan antara cewek. Aku ngga suka, karena cinta sejati antar cewek bukan cinta seksual, tapi cinta persahabatan hingga pada ending "I'll die for you". Dan itulah yang kurasakan pada teman-teman cewekku. I think that's why.

Ok...that's what's inside my head....

Jumat, 29 Juli 2011

Yaoi, yuri? Aaaaaaaagh!

Heya Everybody...for your information....I'm not a fujoshi.

Duh...dari kata-katanya sudah ketauan isi dari curhatan terbaruku pasti. Yup! Exactly! This is my latest curhatan, and what! I post about yaoi and yuri?? Oh Tina you've lost your mind! *Well I don't...apparently*
Sejujurnya, aku termasuk orang yang sangat sensitif dengan masalah ini, karena televisi luar sedang menggembar-gemborkan budaya gay parade *bahkan Mbak Hikki ikut-ikutan juga di lagunya yang "On and On"*. I'm openly against it. I'm so sorry for the inconvenience....hehehehehe.
Sebenarnya ada beberapa komik Yaoi and yuri yang menurutku bagus ceritanya, hanya saja entah mengapa aku merasa aneh setelah membaca yaoi dan yuri. Yaoi, adegan cintanya 'dihancurkan' oleh adegan seks..dan yang bikin bete mengapa memaksa cowok yang disukai untuk berhubungan seks itu keren. Aslinya khan pasti menyakitkan banget. Memang itu hanya karya fantasi, tapi tetep aja lah menyakitkan. Contohnya Fujimi Orchestra, aku kasihan banget sama tokoh Yuuki. Dah jelas-jelas dia straight kok digituin ma Kei, kan jadi kasihan. Sepertinya aku ikut merasa berdosa waktu lihat Yuuki digituin. Men are still men, and they have feelings. Ah, to all fujoshi, come on!!!
Aku pertamanya juga dulu simpati ma orang-orang dengan pengalaman seperti di bawah ini. Dan membaca cerita tentang mereka membuatku penasaran *bukan ketagihan* dengan asal muasal homoseksualitas. Bagusnya, rasa penasaranku itu terobati sudah dengan membaca banyak artikel yang mendukung pernyataanku bahwa homoseksualitas bukan mutlak adanya. Thanks to His Almighty Allah yang sudah mempertemukanku dengan Carl Jung dan his apprentice Yoram Kaufmann, aku jadi tahu kalau banyak kasus homoseksualitas bisa dipecahkan. Tapi semua itu tergantung sama individunya, niat engga menjadi heteroseksual. kalau engga niat ya sama aja bo'oong laaah.....
Yuri juga..kadang-kadang aku ngga ngeh ma ceritanya. Mending shojo-ai.

Talking about sense and non-sense, aku entah mengapa lebih respect sama intersex. bahkan kagum. Kok bisa ya bertahan dengan banyak tudingan. And I so disagree to all people that include the intersex people as lesbian or gay. They are not! Gay and lesbian have choices to change their sexuality (sorry again for the inconvenience), intersexs? They don't. Dan secara gw orang Islam gitu, dalam agama gw keberadaan mereka diakui, dianggap sebagai bagian dari cewek (gender default manusia). Bahkan bisa jadi imam. Kok jadi gwe-lu gwe-lu ya??
OK, back to yaoi and yuri. Katanya yaoi secara dasarnya mmebicarakan tentang cinta, tapi entah mengapa aku merasa kalau engga ya? Aku merasanya malah cuma seks ajah. Kalau yuri iya juga sih...tapi masih daleman yuri dibanding yaoi.
Secara pribadi dan logika, aku juga heran ma fujoshi. Aku pernah ngrasain jadi mereka, mungkin setidaknya dalam jangka waktu 3 bulan. kayanya kalau dua orang cowok cakep dipasangkan, rasanya gimanaaa gituu...
Tapi lama-lama kok ga logis banget. Cuma untuk alasan sirik ajah (sirik sama karakter utama cewek di shojo komik), kita membiarkan dua orang cowok cakep 'bercinta'????? heeeeey! Bukannya itu sama saja bunuh diri? masih mending kalau mereka berdua straight, kan bisa direbut dari tokoh utama ceweknya *nahhh...the evil Tina* atau kita bisa berfantasi punya cowok yang lebih keren, daripada membiarkan dua cowok cakep saling memilih.
Ah ya sudah...segera diposkan! Bye!

Rabu, 12 Agustus 2009

Teka-Teki Manusia

Assalamu'alaikum wr, wb!

Sejujurnya, pada awalnya aku membuat blog ini dengan alasan ingin mengutarakan pendapatku tentang dunia secara lebih serius. Tetapi sekarang kelihatannya aku tidak dapat melakukannya. Aku bertekad membuatnya sendiri di blogku di myspace saja. Manusia dan teka-tekinya membuatku pusing. Benar-benar pusing. Bagaimana tidak, kita semua sudah melihat bagaiaman orang-orang yang didefinisikan lembut, baik dan toleran ternyata pelaku bom bunuh diri. Ada juga orang yang begitu mencintai agamanya hingga mudah sekali terperangkap dalam jeratan tipu daya mati syahid. Saya bukan orang yang relijius (walaupun saya berjilbab), saya selalu beranggapan begitu karena saya selalu membandingkan keimanan saya dengan teman-teman saya yang bercadar atau yang bergamis atau yang berjilbab lebar. Namun sering juga saya memenemukan ternyata 'tampilan' itu sangat menipu. Orang dengan jilbab besar mungkin tidak lebih tahu agama dibandingkan saya. Saya ingat ketika salah satu kawan saya yang berjilbab lebar dengan naifnya membuka isi SMS saya dan kemudian berusaha mencari tahu tentang apa yang terjadi dengan saya. Lucu kan?
Padahal itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Sepertinya dualis sekali...yang satu 'baik' dan yang satu buruk. Sejujurnya bersikap 'manis' bukanlah hal yang baik. Rasululllah SAW menyarankan dan mencontohkan kita untuk bersikap jujur dan apa adanya. Lebih baik mengatakan kebenaran daripada sekedar bersikap manis kan?
Orang Jawa, kata ayah saya harus tahu tata krama. Secara kasarnya orang Jawa harus sedikit munafik. Mungkin kata inilah yang sering tersirat di benak orang non-Jawa tentang orang Jawa. Berbicara jarang yang benar-benar dari hati, begitulah orang Jawa. Mungkin sikap ini aman pada awalnya, tapi siapa tahu kemunafikan kita menjadi bumerang sendiri bagi kita. Senjata makan tuan, begitu nenek moyang kita berujar.
Teka-teki manusia juga membuat saya terus berpikir. Hari ini saya menonton acara di NHK World dalam rangka memperingati pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. Back To Ground Zero kalau tak salah nama acaranya. Ternyata oh ternyata pasukan yang ditugaskan untuk mengebom juga merasakan sedikit penyesalan telah mengebom kedua kota tersebut. Lucu kiranya kita orang Indonesia bersyukur atas pengeboman itu yang juga memicu kemerdekaan kita. Namun saya sebagai seorang Muslim tentu percaya pada takdir Allah Azza wa Jalla. Tanpa pengeboman itu pun, kita bisa memenangkan pertarungan melawan Jepang. Ah begitulah manusia...teka-tekinya tiada akhir..hehehe.
Wassalamu'alaikum wr.wb